10 Kereta Api Kelas Eksekutif Argo Yang Cocok Untuk Perjalananmu

by | Feb 26, 2024 | Kereta Api, Pengetahuan Umum, Transportasi

Perjalanan bersama kereta api hari ini sudah sangat nyaman dan tepat waktu. Penumpang juga diberikan keleluasaan untuk memilih kereta dengan kelas yang berbeda-beda dan tentunya dengan fasilitas yang juga berbeda. Semakin tinggi kelasnya, fasilitas yang diperoleh semakin beragam. Dan pastinya biaya yang dikeluarkan untuk tiket pasti lebih tinggi.

Baca juga : Apa Perbedaan Kelas Eksekutif, Bisnis, Premium, dan Ekonomi di Kereta Api Indonesia?

Kereta api kelas eksekutif adalah layanan tertinggi yang ditawarkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk para pelanggannya. Dan dari beberapa kereta kelas eksekutif, beberapa diantaranya adalah kereta eksekutif argo.

Apa itu layanan kereta api kelas eksekutif argo?

Layanan argo sendiri awalnya ditujukan menjadi layanan kereta api dengan kelas paling tinggi dan fasilitas paling mewah. Layanan ini pertama kali diluncurkan pada 1995, dengan rangkaian Argo Gede dengan rute Jakarta-Bandung PP dan Argo Bromo dengan rute Jakarta-Surabaya PP.

Argo sendiri merupakan kata dari Bahasa Jawa kuno yang berarti gunung. Hal ini sesuai dengan Kereta-Kereta Eksekutif Argo yang namanya disandingkan dengan nama gunung, seperti Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, dan Argo Semeru.

Mengapa ada kereta api bernama gunung tapi bukan kereta api kelas eksekutif argo?

Namun ada beberapa pengecualian dalam penamaan ini. Misalnya, dalam Kereta Api Malabar, yang merupakan rangkaian kereta yang namanya memakai nama gunung dan memiliki kelas eksekutif namun tidak memakai kata argo di depannya. Selain itu, ada juga kereta api yang memakai nama gunung namun tidak memakai kata argo seperti KA Krakatau dan KA Ciremai. Karena keduanya bukan rangkaian kereta kelas eksekutif. Ada juga kereta api yang memakai kata argo namun tidak disandingkan dengan nama gunung. Contohnya Argo Dwipangga, yang mana Dwipangga berarti “macan”, dan Argo Cheribon yang diambil dari nama kota Cirebon yang dilewati rangkaian kereta ini.

Baca juga : Bingung Pilih Kereta Api Kelas Eksekutif atau Premium? Ini Bisa Jadi Bahan Pertimbangan Kamu

Saat ini, menurut Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023, ada 10 kereta eksekutif argo yang dioperasikan PT KAI untuk melayani penumpang di berbagai rute. Printilan.com akan mengulas mengenai kereta api kelas eksekutif argo, selengkapnya di bawah ini.

1. Argo Bromo Anggrek

Kereta api dengan relasi Stasiun Gambir di Jakarta menuju ke Stasiun Surabaya Pasar Turi ini merupakan pengembangan dari kereta api ekskekutif argo generasi pertama yaitu Argo Bromo. Dalam perjalanannya Kereta Argo Bromo Anggrek hanya berhenti di Gambir, Cirebon, Pekalongan, Semarang Tawang Bank Jateng, Bojonegoro, lalu berakhir di Surabaya Pasar Turi.

Baca juga: Jadwal KA Argo Bromo Anggrek, Gambir-Pasar Turi PP

Kereta ini mampu berjalan dengan kecepatan hingga 120 km/jam. Sehingga rute Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu 8 jam saja. Kereta api Argo Bromo Anggrek memiliki jadwal perjalanan 2 kali sehari baik dari Stasiun Gambir, ataupun dari Stasiun Surabaya Pasar Turi.

2. Argo Parahyangan

Argo Parahyangan menjadi favorit sebagai kereta untuk keperluan commute antara Jakarta dan Bandung. Kereta ini pertama kali diluncurkan pada 2010. Dan merupakan penggabungan antara KA Parahyangan yang sudah ada sejak 1971, dan KA Argo Gede yang merupakan kereta api argo generasi pertama.

Baca juga: Jadwal KA Argo Parahyangan, Idola Warga Jakarta dan Bandung

Menurut Gapeka terbaru yang dikeluarkan pada 2023, saat ini terdapat 10 kali perjalanan bolak-balik baik dari Jakarta (Gambir) maupun dari Bandung untuk Kereta Api Argo Parahyangan. Jumlah ini bisa saja berkurang, karena adanya pengoperasian Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

3. Argo Semeru

Kereta Argo Semeru pada perjalanan pertamanya setelah diresmikan pada 2023
Kereta Argo Semeru pada perjalanan pertamanya setelah diresmikan pada 2023 (Sumber : Youtube Redy Setiawan)

Merupakan kereta api kelas eksekutif argo yang paling baru diluncurkan, Argo Semeru melayani relasi Jakarta Gambir ke Stasiun Surabaya Gubeng. Sejak peluncurannya di Juni 2023, rangkaian kereta ini aktif melayani rute tersebut dengan frekuensi perjalanan 1 kali sehari baik dari Gambir maupun dari Gubeng.

Baca juga: Jadwal KA Argo Semeru, Surabaya Gubeng-Gambir PP

Perjalanan Kereta Api Argo Semeru ditempuh dalam waktu 10,5 jam dengan melewati lintas tengah Pulau Jawa. Artinya kereta ini berhenti di stasiun-stasiun seperti Surabaya Gubeng, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Kroya, Purwokerto, Cirebon, Bekasi, Jatinegara, dan berakhir di Stasiun Gambir.

4. Argo Wilis

Kereta Api Argo Wilis rangkaian lama dengan latar belakang Gunung Wilis
Kereta Api Argo Wilis rangkaian lama dengan latar belakang Gunung Wilis (Sumber : Bintang Photography on Flickr)

Sama dengan Argo Semeru, Kereta Api Argo Wilis adalah kereta api kelas argo yang berangkat dan menuju ke Surabaya Gubeng. Bedanya, alih-alih ke Jakarta, kereta api ini menuju ke Bandung. Perjalanan Surabaya-Bandung ditempuh dengan jarak 696 Km dalam waktu hampir 10 jam. Menjadikan kereta api Argo Wilis hingga saat ini menjadi satu-satunya kereta api eksekutif argo yang tidak menuju Jakarta.

Sempat hampir dihapus pada tahun 2008, kereta yang diluncurkan pertama kali pada 1998 ini sama seperti kereta eksekutif kelas argo lainnya yang memiliki kapasitas 50 kursi di tiap kereta (gerbong penumpang). Kereta ini juga menyediakan layanan Priority dan kereta Panoramic.

Baca juga: Jadwal KA Argo Wilis, Surabaya Gubeng-Bandung PP

Kereta Api Argo Wilis melewati lintas tengah Pulau Jawa. Sehingga kereta ini berhenti di stasiun-stasiun, seperti: Surabaya Gubeng, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, dan Kroya. Kemudian setelah itu kereta melanjutkan perjalanan di lintas selatan melewati Stasiun Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Cipeundeuy, dan berakhir di Stasiun Bandung. Stasiun pemberhentian ini juga berlaku sebaliknya dalam perjalanan Bandung-Surabaya.

5. Argo Merbabu

Kereta ini adalah satu dari 3 kereta api kelas eksekutif argo yang melayani relasi Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng menuju ke Stasiun Gambir di Jakarta. Dan peluncurannya berbarengan dengan Argo Semeru (Jakarta-Surabaya) di tahun 2023.

Kereta ini berstatus kereta api tambahan, dengan pengoperasian hanya pada saat-saat tertentu (fakultatif). Saat beroperasi, kereta ini mampu berjalan dengan kecepatan 100 Km/jam sehingga perjalanan Semarang-Jakarta atau sebaliknya ditempuh dalam waktu 6 jam saja.

Baca juga: Jadwal KA Argo Merbabu, Kereta Tambahan Semarang ke Jakarta

Argo Merbabu berhenti di stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara, dan Gambir.

6. Argo Muria

Kereta Api Argo Muria adalah kereta api kelas eksekutif argo pertama yang melayani relasi Semarang-Jakarta, sejak peluncurannya pada 1998. Kemudian karena okupansi (keterisian) penumpang yang rendah dan adanya Kerusuhan 1998 di Jakarta, layanan kereta api ini sempat dihentikan.

Mulai 2002, Argo Muria beroperasi kembali dengan nama Argo Muria I dan Argo Muria II. Kemudian pada 2007, Argo Muria II berubah nama menjadi Argo Sindoro sedangkan Argo Muria I kembali menjadi Argo Muria tanpa angka romawi.

Baca juga: Jadwal KA Argo Muria, Semarang Tawang-Gambir PP

Menurut Gapeka 2023, Kereta Api Argo Muria memiliki 2 kali perjalanan dari Gambir menuju Semarang Tawang Bank Jateng. Sedangkan perjalanan dari arah sebaliknya hanya 1 kali sehari. Kereta Api Argo Muria berhenti di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara, dan Gambir.

7. Argo Sindoro

Sama seperti Argo Muria dan Argo Merbabu, Kereta Api Argo Sindoro adalah kereta api eksekutif argo yang melayani relasi Semarang Tawang Bank Jateng-Gambir PP. Kereta ini mulai beroperasi pada tahun 2007 setelah sebelumnya bernama Argo Muria II.

Baca juga: Jadwal KA Argo Sindoro, Gambir-Semarang Tawang PP

Menurut Gapeka 2023, Kereta Api Argo Muria memiliki 2 kali perjalanan dari Semarang Tawang Bank Jateng menuju Gambir. Sedangkan perjalanan dari arah sebaliknya hanya 1 kali sehari. Kereta Api Argo Muria berhenti di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara, dan Gambir.

8. Argo Lawu

Argo Lawu adalah satu dari dua kereta api kelas eksekutif argo yang melayani relasi Solo Balapan menuju ke Gambir di Jakarta. Nama kereta ini diambil dari Gunung Lawu yang berdiri di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kereta api ini merupakan salah satu kereta api eksekutif argo generasi pertama yang diluncurkan pada 1996.

Baca juga: Jadwal KA Argo Lawu, Gambir-Solo Balapan PP

Kereta ini menempuh perjalanan Solo-Jakarta hanya dalam waktu 7 jam. Hal ini bisa dilakukan karena Kereta Api Argo Lawu hanya berhenti di Stasiun Solo Balapan, Klaten, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Gambir. Perjalanan kereta api ini memiliki frekuensi 1 kali sehari. Perjalanan dari Solo berangkat pada pagi hari dan perjalanan dari Jakarta berangkat malam hari.

9. Argo Dwipangga

Sama seperti Argo Lawu, Argo Dwipangga juga melayani relasi Jakarta-Solo. Nama kereta ini diambil dari legenda Sungai Gajahwong di Yogyakarta. Dwipangga sendiri berarti gajah. Rangkaian kereta api ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan saat itu Giri Suseno Hadihardjono, bertepatan pada Hari Kartini 1998.

Baca juga: Jadwal KA Argo Dwipangga, Solo Balapan-Gambir PP

Kereta ini menempuh perjalanan Solo-Jakarta hanya dalam waktu 7 jam. Argo Dwipangga berhenti di Stasiun Gambir, Jatinegara, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Klaten, dan Solo Balapan dalam perjalanan Jakarta-Solo. Sedangkan pada perjalanan Solo-Jakarta, kereta api ini tidak berhenti di Stasiun Jatinegara. Perjalanan kereta api ini memiliki frekuensi 1 kali sehari. Perjalanan dari Solo berangkat pada malam hari dan perjalanan dari Jakarta berangkat pagi hari.

10. Argo Cheribon

Baca juga: Jangan Salah Naik, Ini Jadwal Kereta Api Argo Cheribon

Diluncurkan pada 2019, dari hasil penggabungan rangkaian Argo Jati, Cirebon Ekspres, dan Tegal Bahari. Namun pada 2022, Kereta Api Tegal Bahari beroperasi lagi, sehingga penggabungan hanya terjadi untuk Argo Jati dan Cirebon Ekspress. Kereta api ini melayani relasi Tegal-Cirebon-Gambir PP. Namanya diambil dari kata Cheribon yang merupakan ejaan yang dipakai untuk menyebut Kota Cirebon pada masa kolonial Belanda, yang mana penamaan ini sempat menimbulkan kontroversi.

Kereta Api Cheribon memiliki 4 perjalanan bolak-balik dari Cirebon menuju ke Gambir, dan 2 perjalanan bolak-balik dengan rute Tegal-Cirebon-Gambir PP. Di setiap perjalanannya, kereta api ini memiliki stasiun pemberhentian yang berbeda-beda. Maka dari itu disarankan pada anda jangan sampai salah memilih jam berangkat karena berpengaruh pada stasiun-stasiun mana nanti kereta api ini akan berhenti. Mengenai jadwal Argo Cheribon kamu dapat lihat ulasan lengkapnya di sini.

Baca juga : Bagaimana Membedakan Kereta Api Jarak Jauh Dan Kereta Api Lokal?

Berikut artikel mengenai kereta api kelas eksekutif argo di Indonesia yang dijelaskan di Printilan.com. Semoga anda semua yang memilih kereta api, dapat memiliki bahan pertimbangan agar anda dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman.

Printilan.com adalah situs web berisi informasi mengenai pengetahuan umum yang mungkin kamu belum tahu mengenai topik-topik seperti Pengetahuan Umum, Desa, Transportasi, Infrastruktur, Sejarah, dan Daerah. Kami juga menampilkan arsip berita-berita lama Indonesia, agar jadi jembatan wawasan bagi masa sekarang.